Wah, lama engga nongol
malah bikin cerita mistis ya,, apakah ini hasil semedi selama ini?
Ssssstt,, Baca! Resapi! Ini serius.. (penulis)
Day 344
Pagi-pagi buta ini, sama seperti hari-hari biasanya saat aku
mengunjungi basement kantor, suasana disana masih agak lengang sehubung dengan
waktu yg menunjukkan setengah 7 pagi…
Oke, ralat! Penulis tidak biasa berangkat pagi-pagi buta.
Jadi tidak tau bagaimana suasana kantor pada jam-jam seperti ini, titik.
Aku langsung menuju gerai mbak-mbak Tegal (atau daerah
disekitarnya sehubungan belum sempat berkenalan cuma baru tebar pesona guna
memperoleh harga miring saja) untuk membeli sarapan. Kenapa disebut mbak-mbak?
Karena mereka berdua! Sempat mau kupanggil duo, tapi aku belum yakin kalo salah
satunya adalah bunda Maia Estianty (Duo Maia), mau kupanggil duet, tapi mereka
ada dibelakang meja gerai makanan dan bukan diatas panggung dangdut.
Kejadian aneh bermula ketika aku sedang memesan makanan
untuk dibawa ke ruangan. Sama seperti kebanyakan orang yang membeli makanan
disini, aku selalu tertarik dengan nasi bakarnya. Kita dapat memilih nasi bakar
dengan isi toping bermacam-macam, ada ati, tuna, teri medan, dan lain-lainnya.
Untuk pagi ini, aku lebih tertarik nasi bakar isi tuna…
Mbak-mbak penjual nasi bakarnya dengan sigap memilih nasi
bakar isi tuna diantara nasi bakar-nasi bakar isi lainnya, tanpa berpikir lama,
tangannya dengan terampil membuka bungkusan daun pisang yang berisi nasi
tersebut. Hap! Nasi bakar isi tuna pesananku sudah terguling dari bungkus daun
pisangnya menuju bungkus styrofoam untuk kubawa nantinya.
Apa anehnya? Apa
misterinya? Bukankah itu hal yang wajar, penulis sampai di kantor trus beli
sarapan dan seterusnya?
Belum mengerti juga? Oke aku bold misteri basement ini..
Mbak-mbak penjual nasi bakarnya dengan sigap memilih nasi bakar isi tuna diantara nasi bakar-nasi bakar
isi lainnya, tanpa berpikir lama, tangannya dengan terampil membuka bungkusan
daun pisang yang berisi nasi tersebut. Hap! Nasi bakar isi tuna pesananku sudah
terguling dari bungkus daun pisangnya menuju bungkus styrofoam untuk kubawa
nantinya.
Jelas? Jelas? Mbak-mbak nya itu tanpa pikir panjang memilih
atau lebih tepatnya mengambil nasi bakar isi tuna dengan mudahnya! Semudah
membalikkan telapak tangan! Astaga! Diantara tumpukan nasi bakar isi lainnya
itu? Semudah membalikkan telapak tangan?
Bagi pembaca yang belum bisa membayangkan situasinya yang
kronis ini, penulis akan memberikan gambaran.. Pernah melihat film-film dimana
sang pahlawan sedang menjinakan bom? Macgyver contohnya,, saat-saat dimana
Macgyver sedang bingung memilih diantara kabel biru dan kabel merah? Dan sampai
saat ini penulis masih bingung kenapa si pembuat bom nya tidak memakai kabel dengan
warna yang sama,,
Ini tidak sesimpel itu! Sama efeknya tapi lebih rumit
situasinya! Yang kita bicarakan ini tidak hanya memilih diantara dua kabel,
merah dan biru! Tapi ada banyak kabel! Merah, kuning, hijau menghias angkasa,
pelukismu agung siapa gerangan… DOH! Itu lagu pelangi-pelangi. Maksud penulis,
merah, kuning, hijau, ungu, biru, hitam, dan semua warna yang pernah pembaca
ketahui! Jika Macgyver yang pandai memilih kabel itu dihadapkan situasi yang
sama seperti kasus nasi bakar ini, dia akan membutuhkan waktu lebih dari 30
detik atau berapapun itu lamanya bagi dia yang ahli untuk menjinakkan bom.
Itu gambarannya, sama efeknya! Jika bom itu bisa meledak
jika kita salah memilih kabel sama halnya dengan pemilihan nasi bakar isi ini,
tapi dalam scope yang lebih kecil.. (:siul)
Dapat disimpulkan bahwa mbak-mbak Tegal ini lebih ahli
memilih dibawah tekanan daripada Macgyver atau ahli-ahli gegana lainnya. Disaat
situasi kritis dibawah tekanan pembeli, mereka sanggup dengan mudahnya
memutuskan nasi mana yang berisi tuna dan mana yang bukan. Mereka lakukan hal
itu tanpa berpikir panjang! Sempat berpikir ingin mendaftarkan mbak-mbak itu ke
gegana Polri karena keahlian mereka, jangankan diantara dua pilihan kabel biru
dan merah.. ini pilihannya sebanyak jumlah parpol pemilu 1999! Atau
jangan-jangan mereka adalah benar-benar ahli gegana yang sudah pensiun dan
memilih kehidupan yang tenang? Astaga!
Jika aku yang memilih nasi bakar itu sendiri, tidak cukup
hanya dilihat.. aku harus membuka, memecah nasi bakarnya untuk melihat isinya,
belum yakin dan harus menjilat-jilat isinya, memakan semuanya sampai habis
sampai pada suatu kesimpulan kalau nasi bakar itu isinya benar-benar tuna! Apa
aku akan melakukan semua itu di depan pembeli??
Sempat aku bertanya pada mbak-mbak Tegal itu, bagaimana dia
bisa dengan mudahnya menentukan nasi bakar yang mana isi tuna dan yang mana
yang bukan,,, dia hanya tersenyum. Mungkin dalam hati dia bilang, “Amatir, ini
rahasia! Jika kau mengetahuinya, aku harus mengambil nyawamu juga.” Astaga! Astaga!
Mungkin benar dugaanku selama ini, mereka adalah mantan agen
rahasia..