Senin, 01 April 2013

Misteri Basement Kantor



Wah, lama engga nongol malah bikin cerita mistis ya,, apakah ini hasil semedi selama ini?

Ssssstt,, Baca! Resapi! Ini serius.. (penulis)

Day 344

Pagi-pagi buta ini, sama seperti hari-hari biasanya saat aku mengunjungi basement kantor, suasana disana masih agak lengang sehubung dengan waktu yg menunjukkan setengah 7 pagi…

Oke, ralat! Penulis tidak biasa berangkat pagi-pagi buta. Jadi tidak tau bagaimana suasana kantor pada jam-jam seperti ini, titik.

Aku langsung menuju gerai mbak-mbak Tegal (atau daerah disekitarnya sehubungan belum sempat berkenalan cuma baru tebar pesona guna memperoleh harga miring saja) untuk membeli sarapan. Kenapa disebut mbak-mbak? Karena mereka berdua! Sempat mau kupanggil duo, tapi aku belum yakin kalo salah satunya adalah bunda Maia Estianty (Duo Maia), mau kupanggil duet, tapi mereka ada dibelakang meja gerai makanan dan bukan diatas panggung dangdut.

Kakiku langsung menuju gerai ini karena diantara penjual makanan yang ada di basement kantor, menurutku yang paling enak adalah disini disamping lumayan lengkap menunya. Ini bukan promosi, seperti kata Juri The Voice Indonesia, Armand Maukemana, eh. Armand Maulana, Musik bukan masalah menang ato kalah, tapi masalah selera. Sama seperti itu, makan adalah masalah selera. Jadi seleraku lebih kearah mbak-mbak  Tegal ini berhubung orangnya ramah juga.

Kejadian aneh bermula ketika aku sedang memesan makanan untuk dibawa ke ruangan. Sama seperti kebanyakan orang yang membeli makanan disini, aku selalu tertarik dengan nasi bakarnya. Kita dapat memilih nasi bakar dengan isi toping bermacam-macam, ada ati, tuna, teri medan, dan lain-lainnya. Untuk pagi ini, aku lebih tertarik nasi bakar isi tuna…

Mbak-mbak penjual nasi bakarnya dengan sigap memilih nasi bakar isi tuna diantara nasi bakar-nasi bakar isi lainnya, tanpa berpikir lama, tangannya dengan terampil membuka bungkusan daun pisang yang berisi nasi tersebut. Hap! Nasi bakar isi tuna pesananku sudah terguling dari bungkus daun pisangnya menuju bungkus styrofoam untuk kubawa nantinya.

Apa anehnya? Apa misterinya? Bukankah itu hal yang wajar, penulis sampai di kantor trus beli sarapan dan seterusnya?

Belum mengerti juga? Oke aku bold misteri basement ini..

Mbak-mbak penjual nasi bakarnya dengan sigap memilih nasi bakar isi tuna diantara nasi bakar-nasi bakar isi lainnya, tanpa berpikir lama, tangannya dengan terampil membuka bungkusan daun pisang yang berisi nasi tersebut. Hap! Nasi bakar isi tuna pesananku sudah terguling dari bungkus daun pisangnya menuju bungkus styrofoam untuk kubawa nantinya.

Jelas? Jelas? Mbak-mbak nya itu tanpa pikir panjang memilih atau lebih tepatnya mengambil nasi bakar isi tuna dengan mudahnya! Semudah membalikkan telapak tangan! Astaga! Diantara tumpukan nasi bakar isi lainnya itu? Semudah membalikkan telapak tangan?

Bagi pembaca yang belum bisa membayangkan situasinya yang kronis ini, penulis akan memberikan gambaran.. Pernah melihat film-film dimana sang pahlawan sedang menjinakan bom? Macgyver contohnya,, saat-saat dimana Macgyver sedang bingung memilih diantara kabel biru dan kabel merah? Dan sampai saat ini penulis masih bingung kenapa si pembuat bom nya tidak memakai kabel dengan warna yang sama,,

Ini tidak sesimpel itu! Sama efeknya tapi lebih rumit situasinya! Yang kita bicarakan ini tidak hanya memilih diantara dua kabel, merah dan biru! Tapi ada banyak kabel! Merah, kuning, hijau menghias angkasa, pelukismu agung siapa gerangan… DOH! Itu lagu pelangi-pelangi. Maksud penulis, merah, kuning, hijau, ungu, biru, hitam, dan semua warna yang pernah pembaca ketahui! Jika Macgyver yang pandai memilih kabel itu dihadapkan situasi yang sama seperti kasus nasi bakar ini, dia akan membutuhkan waktu lebih dari 30 detik atau berapapun itu lamanya bagi dia yang ahli untuk menjinakkan bom.

Itu gambarannya, sama efeknya! Jika bom itu bisa meledak jika kita salah memilih kabel sama halnya dengan pemilihan nasi bakar isi ini, tapi dalam scope yang lebih kecil.. (:siul)

Dapat disimpulkan bahwa mbak-mbak Tegal ini lebih ahli memilih dibawah tekanan daripada Macgyver atau ahli-ahli gegana lainnya. Disaat situasi kritis dibawah tekanan pembeli, mereka sanggup dengan mudahnya memutuskan nasi mana yang berisi tuna dan mana yang bukan. Mereka lakukan hal itu tanpa berpikir panjang! Sempat berpikir ingin mendaftarkan mbak-mbak itu ke gegana Polri karena keahlian mereka, jangankan diantara dua pilihan kabel biru dan merah.. ini pilihannya sebanyak jumlah parpol pemilu 1999! Atau jangan-jangan mereka adalah benar-benar ahli gegana yang sudah pensiun dan memilih kehidupan yang tenang? Astaga!

Jika aku yang memilih nasi bakar itu sendiri, tidak cukup hanya dilihat.. aku harus membuka, memecah nasi bakarnya untuk melihat isinya, belum yakin dan harus menjilat-jilat isinya, memakan semuanya sampai habis sampai pada suatu kesimpulan kalau nasi bakar itu isinya benar-benar tuna! Apa aku akan melakukan semua itu di depan pembeli??

Sempat aku bertanya pada mbak-mbak Tegal itu, bagaimana dia bisa dengan mudahnya menentukan nasi bakar yang mana isi tuna dan yang mana yang bukan,,, dia hanya tersenyum. Mungkin dalam hati dia bilang, “Amatir, ini rahasia! Jika kau mengetahuinya, aku harus mengambil nyawamu juga.” Astaga! Astaga!

Mungkin benar dugaanku selama ini, mereka adalah mantan agen rahasia..

Tidak ada komentar:

Posting Komentar